Minggu, 15 Februari 2009

VISI DAN MISI BLK MARITIM SABANG

VISI :
Menciptakan Sumber Daya Manusia yang trampil, mandiri, dan profesional untuk membuka lapangan kerja baru.

MISI :
Melatih pemuda/i putus sekolah dan pengangguran dengan berbagai ketrampilan sesuai bakat dan keahlian.
Menciptakan calon tenaga kerja baru yang trampil dan profesional diberbagai disiplin ilmu.
Memberikan materi praktek teknis dibidang masing-masing disiplin ilmu.
Menciptakan tenaga kerja kemaritiman sesuai kebutuhan kelautan dan perikanan.
Menciptakan calon tenaga kerja yang trampil sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di dalam maupun ke luar negeri.
Melakukan pemagangan ke industri-industri dan lembaga-lembaga terkait.
Menjalin kerja sama dengan pihak Luar Negeri, Departemen-departemen, Non- Departemen, Universitas, Sekolah, Swasta, Industri dll.

Senin, 28 Juli 2008

Profil BLK Maritim Sabang

Berbicara profil BLK Maritim Sabang belum banyak yang bisa diceritakan disini maklum masih dalam taraf belajar Ngeblog's. Sebagai salah satu tujuan pembuatan blog ini adalah memperkenalkan BLK Maritim Sabang ke khalayak ramai terutama komunitas pengemar dunia maya yang kian banyak di Indonesia.
ini uraian singkat tentang BLK Maritim Sabang

BLK Maritim Sabang adalah UPTD Balai Latihan Kerja yang berada dibawah naungan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kota Sabang. Saat ini lokasi untuk BLK Maritim Sabang dan sarana dan prasarana pendukungnya sedang dipersiapkan dan beberapa workshop sedang dalam proses pembangunan.

BLK Maritim Sabang berdiri diatas tanah seluas 7 hektar yang berada di Bango Kelurahan Paya Kecamatan Sukajaya Sabang. Diatas lokasi seluas ini akan dan telah dibangun beberapa fasilitas seperti workshop, ruang teori, asrama, mushalla, ruang makan, ruang genset dan gudang, dan tahun ini sedang dikerjakan bangunan tambahan lainnnya.

Adapun kejuruan yang dibuka adalah :
  1. Konstruksi bangunan
  2. Teknologi Mekanik
  3. Otomotif
  4. Aneka Kejuruan
  5. Elektronika
  6. PHP
  7. IT (Komputer)
Dengan sumber daya (SDM) instruktur yang telah cukup banyak (lulusan diklat dasar Depnakertrans RI) maka kedepan peluang perkembangan BLK Maritim Sabang diharapkan mampu bersaing dengan BLK yang telah lama ada.

Selayang Pandang Kota Sabang

Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan. Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij. Perang Dunia II ikut mempengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibombardir pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup.

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Sabang menjadi pusat Pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan wewenang penuh dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertahanan RIS Nomor 9/MP/50. Semua aset Pelabuhan Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia. Kemudian pada tahun 1965 dibentuk pemerintahan Kotapraja Sabang berdasarkan UU No 10/1965 dan dirintisnya gagasan awal untuk membuka kembali sebagai Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas.

Gagasan itu kemudian diwujudkan dan diperkuat dengan terbitnya UU No 3/1970 tentang Perdagangan Bebas Sabang dan UU No 4/1970 tentang ditetapkannya Sabang sebagai Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Dan atas alasan pembukaan Pulau Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Sabang terpaksa dimatikan berdasarkan UU No 10/1985. Kemudian pada tahun 1993 dibentuk Kerja Sama Ekonomi Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang membuat Sabang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi di kawasan Asia Selatan.

Pada tahun 1997 di Pantai Gapang, Sabang, berlangsung Jambore Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang diprakarsai BPPT dengan fokus kajian ingin mengembangkan kembali Sabang. Disusul kemudian pada tahun 1998 Kota Sabang dan Kecamatan Pulo Aceh dijadikan sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) yang bersama-sama KAPET lainnya.diresmikan oleh Presiden BJ Habibie dengan Keppes No. 171 tanggal 28 September 1998.

Era baru untuk Sabang, ketika pada tahun 2000 terjadi Pencanangan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid di Sabang dengan diterbitkannya Inpres No. 2 tahun 2000 pada tanggal 22 Januari 2000. Dan kemudian diterbitkannya Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2000 tanggal 1 September 2000 selanjutnya disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang

(dikutip dari www.sabangkota.go.id)

Jumat, 25 Juli 2008

Indahnya Pantai Sabang

Ini Pantai Iboih yang indah yang banyak dikunjungi turis manca negara, pulau yang nampak adalah pulau Rumbia yang terkenal dengan terumbu karang dan area menyelamnya.






ini pantai di belakang BLK Maritim Sabang, laut dalam kaya akan ikan... area mancing yang nyaman...